NATO Mau Ekspansi Asia, Begini Respons Rusia

NATO Mau Ekspansi Asia, Begini Respons Rusia

(From L) US President Joe Biden, NATO Secretary General Jens Stoltenberg and Lithuania's President Gitanas Nauseda attend the first work session as part of the NATO summit, in Vilnius on July 11, 2023. NATO leaders will grapple with Ukraine's membership ambitions at their summit on July 11, 2023, their determination to face down Russia boosted by a breakthrough in Sweden's bid to join the alliance. (Photo by Jacques WITT / POOL / AFP)

Aliansi militer NATO disebut-sebut akan melakukan ekspansi ke Asia. Hal ini terjadi saat pakta militer negara-negara Barat itu sedang bersitegang dengan Rusia akibat perang di Ukraina.
NATO dilaporkan akan memperluas pengaruhnya di Asia untuk mendapatkan keunggulan dalam menghadapi beberapa kekuatan regional yang cenderung tidak setuju dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS). Diketahui, Rusia, Korea Utara (Korut) dan China merupakan rival Washington yang ada di wilayah ini.

Jenderal Viktor Sobolev, anggota Partai Komunis Rusia, mengatakan blok militer pimpinan AS itu dapat mencakup Jepang dan Korea Selatan dalam jangka menengah. Menurutnya, kedua negara tersebut akan diseret dalam memainkan peranan Washington yang lebih besar di kawasan.

Tentu saja, hal ini tidak dapat terjadi dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan, namun hasil seperti itu mungkin terjadi dalam waktu lima tahun. Kepemimpinan politik dan militer kita harus menanggapi hal ini dengan sangat serius, ini adalah ancaman yang nyata dan sangat nyata,” ujarnya, seperti dikutip saluran Telegram Rusia Taynaya Kantselyaria dan diwartakan Russia Today, Selasa (26/9/2023).

Komentar Sobolev muncul setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov awal bulan ini menyatakan bahwa NATO berupaya menempatkan pasukan dan infrastruktur militernya di Asia-Pasifik dalam upaya untuk menghalangi kekuatan regional.

Sementara itu, pada bulan Agustus, Presiden Rusia Vladimir Putin pernah memprediksi bahwa NATO pada akhirnya dapat bergabung dengan AUKUS, sebuah pakta keamanan regional yang pertama kali diumumkan oleh Australia, Inggris, dan AS pada tahun 2021.

Baca: Perang Baru di Asia Bikin Pening, Rusia Salahkan Armenia

Sebagai bagian dari proyek ini, Australia akan membeli kapal selam bertenaga nuklir pertamanya, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada awal tahun 2030-an.

Mengomentari kemungkinan integrasi kedua blok tersebut, Putin mengatakan pada saat itu bahwa AS berupaya untuk “memformat ulang sistem interaksi antar negara yang telah berkembang di kawasan Asia-Pasifik.”

Di sisi lain, NATO juga dilaporkan berniat untuk membuka kantor di Jepang. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Yoshimasa Hayashi.

Hayashi menyebut serangan Rusia ke Ukraina tahun lalu sebagai peristiwa yang berdampak jauh melampaui perbatasan Eropa, sehingga memaksa Jepang untuk memikirkan kembali keamanan regional.

Tinggalkan komentar