Marc Marquez Jatuh Lagi, Seruduk Enea Bastianini

Marc Marquez Jatuh Lagi, Seruduk Enea Bastianini

Marc Marquez terjatuh di kualifikasi 1 MotoGP Belanda

Marc Marquez terjatuh lagi saat sesi kualifikasi 1 MotoGP Belanda. Ia terlihat menyeruduk Enea Bastianini dari belakang dan terjatuh ke gravel.
Rider Repsol Honda Marc Marquez kembali mengalami kecelakaan di MotoGP Belanda. Di penghujung sesi kualifikasi 1, Marc Marquez terjatuh usai menabrak Enea Bastianini dari belakang. Keduanya terlihat tengah berjalan pelan di luar racing line.
Marquez juga terlihat tengah melihat ke sisi kanan namun tidak menyadari Bastianini berjalan lambat di depannya dan juga sedang menoleh ke kanan. Tidak lama berselang tiba-tiba ‘The Baby Aliens’ menabrak Bastianini dan tersungkur ke gravel. Bastianini kemudian melanjutkan motornya karena tidak mengalami masalah berarti. Banyak menyebut Marquez tengah menunggu Bastianini untuk melakukan towing.

Di gravel Marquez juga memperlihatkan gestur kesal usai terjatuh seolah mempertanyakan mengapa bisa terjadi. Dalam sepekan sejak MotoGP Jerman sampai rangkaian MotoGP Belanda sesi kualifikasi 1, Marquez tercatat sudah tujuh kali terjatuh.

Di sesi kualifikasi pertama itu, Marquez hanya menjadi yang tercepat ketujuh. Sementara Bastianini menjadi yang tercepat kedelapan. Alhasil keduanya gagal melaju ke sesi kualifikasi 2. Dari sesi kualifikasi 1 itu hanya Johann Zarco dan Miguel Oliveira yang berlanjut ke sesi kualifikasi 2.

Adapun MotoGP Belanda sendiri Marc Marquez mengatakan tidak ingin tampil terlalu ngotot. Terlebih kondisinya belum pulih sepenuhnya. Di Sirkuit Assen, Marquez masih mengaku pergelangan kakinya memar, tulang rusuk patah, dan ibu jari kanannya juga patah. Meski begitu, MotoGP Belanda perlu dilakoninya. Selain memperoleh data-data untuk perbaikan motor di masa depan.

“Saya berkompetisi di sini karena saya setelah itu saya punya waktu satu bulan setengah (sampai balapan selanjutnya). Membalap di atas motor untuk waktu hampir dua bulan dengan rasa seperti di Sachsenring bukanlah hal baik bagi pebalap, Anda bisa percaya saya,” jelas pebalap berusia 30 tahun itu.

“Saya butuh akhir pekan ini dari aspek mental karena harus terus maju. Tentu di saat-saat sulit, motivasinya menghilang tapi rutinitas itu harus tetap ada. Anda harus tetap bekerja dan percaya dengan cara yang bisa mengubah situasi di masa depan. Tidak ada sesuatu yang bisa berubah bila di rumah saja,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar